Mengetahui Penyebab Pusar Bayi yang Baru Puput Terus Berair

Mengetahui Penyebab Pusar Bayi yang Baru Puput Terus Berair,- Dalam perkembangan janin, pusar (umbilicus) berfungsi sebagai saluran penghubung antara plasenta ibu dan janin. Selain itu, pusat juga memegang peranan penting dalam pembentukan sistem pencernaan dan perkemihan. Selama 3 hari sampai dua minggu setelah lahir, bayi biasanya akan mengalami puput pusar. 

Pada sebagian kecil bayi, meskipun tali pusar telah lepas namun pangkal tali pusar tidak otomatis mengering, tetapi tetap basah dan berlendir dengan disertai adanya jaringan pangkal tali pusar yang tumbuh sebesar korek api atau bisa sebesar kacan hijau dan lembek. 

Apa yang menyebabkan tali pusar yang baru puput terus berair ?


Menurut dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, setelah tali pusar lepas, bisa terjadi pertumbuhan jaringan granulasi pada pangkal yang terlihat seperti benjilan kemerahan dan berair terus. Kelainan tersebut disebut dengan granuloma umbilikalis. 

Granuloma umbilikalis adalah pertumbuhan jaringan granulasi pada pangkal pusat setelah tali pusat putus. Granuloma umbilikalis ditandai dengan adanya benjolan lembut di tengah pusat setelah tapi pusar putus. Granuloma umbilikalis umumnya terjadi pada satu dari 500 bayi yang abru lahir. Jika tidak segera dtangani, maka jaringan yang tumbuh akan membesar dan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. 

Selain itu, pusar yang terus berair dan berbau juga bisa disebabkan karena infeksi. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika memang pusar bayi terus-terusan berair. 

Infeksi tali pusat menyebabkan bagian bawah pusar meradang, berwarna kemerahan, dan lebih lembut. Terkadang cairan yang keluar berwarna bahkan berdarah. Jika kondisi infeksi semakin memburuk, maka terdapat garis merah, lecet, serta ada bintil seperti jerawat di sekutar pusar. 

Tanda inefksi lainnya yaitu anak tidak mau makan dan terlihat sakit. Jika kondisi bayi seperti itu, maka sebaiknya segera konsultasikan kedokter. 

Untuk merawat tali pusar yang sudah puput agar terhindari dari infeksi, yang terpenting adalah menjaga pusar tetap bersih dan kering. Jika sedikit lengket, maka bisa dibersihkan dengan kasa steril yang sudah dibasahi air matang. Perhatikan juga, jangan sampai terkena gesekan popok. Turunkan sedikit popok sehingga tidak terkena tali pusar. 

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pengeringan tali pusar dengan menggunakan cairan atau larutan Nitras Argenti. Dengan cairan ini umumnya pangkal tali psar dapat dikeringkan. Namun, jika jaringan yang tumbuh dan menghasilkan lender tersebut relatif besar, maka penggunaan larutan tersebut saja tidak cukup. Untuk kondisi terakhir ini perlu dilakukan tambahan prosedur bedah minor seperti eksisi atau ligasi jairngan granuloma, sebelum dilakukan upaya pengeringan. 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengetahui Penyebab Pusar Bayi yang Baru Puput Terus Berair"

Posting Komentar