Mengenal Cacing Anisakis Penyebab infeksi Anisakis Simpleks

Mengenal Cacing Anisakis Penyebab infeksi Anisakis Simpleks,- Meskipun berita mengenai makarel yang mengandung cacing mulai mereda, namun tak lantas membuat masyarakat lega. Masih ada masyarakat yang was-was untuk mengonsumsi ikan makarel kalengan. 

Cacing yang terkandung dalam ikan makarel kalengan tersebut adalah jenis cacing nematoda, Anisakis simpleks. Dalam penyelidikannya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan setidaknya 27 merek produk makarel kaleng yang mengandung cacing. Dari 27 produk tersebut, 16 diantaranya merupakan produk impor dan 11 lainnya produk dalam negeri. 

Lantas, apa itu cacing Anisakis simpleks ? Dan bagaimana dampak mengonsumsi ikan makarel yang mengandung cacing ?


Cacing anisakis adalah cacing parasit yang hidup di perut ikan. Parasit ini biasanya ditemukan pada ikan mentah atau setengah matang. Bentung cacing ini seperti tali prasit dengan panjang hingga 3 cm. Cacing ini sering ditemukan dalam ikan makarel, salmon, saury, dan cumi-cumi. Awalnya, cacing menginfeksi usus inang mereka, kemudian ketika si inang mati, maka cacing ini akan berpindah ke otot.

Parasit ini memiliki lapisan pelindung terhadap asam lambung dan menempel pada dinding lambung atau usus manusia. Cacing anisakis simpleks (spesies anisakis yang paling umum) berkembang menjadi dewasa hanya didalam tubuh mamalia laut. Pada manusia, biasanya cacing ini tidak bisa bertahan dan mati dalam beberapa minggu. Namun, waktu hidup yang singkat tersebut bisa menyebabkan berbagai keluhan. 

Anisakiasis atau infeksi anisakis smplex merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh cacing ini. Gejala infeksi anisakis simplex ini diantaranya sakit perut yang parah, mual, muntah, dan demam ringan dan dapat berkembang dalam satu atau dua minggu setelah mengonsumsi ikan yang terinfeksi. 

Infeksi anisakis pertama kali dilaporkan di Belanda pada tahun 1950-an dan diyakini t elah disebabkan oleh cacing dalam ikan haring. Cacing anisakis juga telah ditemukan di negara-negara Eropa dan Amerika serikat, dengan sebagian besar kasus dihubungkan dengan konsumsi salmon Pasifik. 

Menurut sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal US. Clinical Microbiology Reviews, Anisakis juga bisa menginduksi reaksi alergi dan hipersensitivitas kekebalan. Pada beberapa kasus, infeksi ini diobati dengan pengangkatan larva melalui endoskopi atau pembedahan.

Maka dari itu, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu tanggal kadaluarnya sebelum Anda mengonsumsi ikan makarel kaleng. Hindari langsung mengonsumsi ikan dalam kaleng tersebut, namun panaskan terlebih dahulu atau masak lagi setidaknya 1 menit dalam suhu melebihi 60 derajat celcius yang seharusnya dapat membunuh cacing. 

Jika Anda membeli ikan beku, masukkan terlebih dahulu ikan tersebut ke dalam freezer yang bersuhu di bawah 20 derajat setidaknya seharu sebelum dikonsumsi. 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Cacing Anisakis Penyebab infeksi Anisakis Simpleks"

Posting Komentar