Mengenal Komplikasi Infeksi Sepsis yang Mengancam Nyawa

Mengenal Komplikasi Infeksi Sepsis yang Mengancam Nyawa,- Sepsis merupakan suatu komplikasi dari infeksi yang bisa mengancam nyawa. Hal ini disebabkan karena sepsis bisa menyebabkan kerusakna jaringan tbuh, kegagalan fungsi organ, dan kematian. Sepsis terjadi ketika zat kimia yang dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mengurangi infeksi justru memicu respon inflamasi pada tubuh. 

Inflamasi atau peradangan tersebut kemudian bisa memicu berbagai perubahan dalam tubuh yang bisa merusak sistem orgam, sampai membuat organ lumpuh atau gagal fungsi. 

Banyak yang mengira bahwa sepsis sama dengan septikemia atau infeksi darah, pemahaman seperti ini kurang tepat karena pada sepsis infeksi tidak hanya terjadi pada darah, tetapi juga organ-organ di seluruh tubuh. Sedangkan septikemia adalah kondisi yang terjadi akibat masuknya bakteri ke aliran darah dan dapat memicu sepsis. 


Siapapun bisa mengalami sepsis, namun kondisi ini umumnya dialami oleh orang lanjut usia atau orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Pasien yang mengalami keracunan darah akibat sepsis biasanya berawal dari komplikasi penyakit tertentu. 

Risiko sepsis akan semakin tinggi bagi pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, mengidap penyakit kronis (penyakit diabetes, ginjal atau hati, AIDS, dan kanker), dan luka parah (termasuk luka bakar parah). Bagi pasien yang menjalani operasi dan transplantasi organ serta kemoterapi juga berisiko mengalami keracunan darah. 

Ada beberapa gejala sepsis yang perlu diwaspadai, yaitu demam, mungkin terasa menggigil, detak jantung/denyut nadi cepat, dan bernapas cepat. Gejala ini sering kali tidak terlihat. Namun, biasanya sepsis berhubungan dengan infeksi yang dialami penderita. 

Gejala sepsis juga bisa terjadi dengan cepat. Ada beberapa gejala sepsis yang bisa terjadi lebih parah, diantaranya nyeri otot parah, sulit kencing, kulit dingin, lembab, dan pucat, atau kulit berubah warna dan berbintik-bintik. 

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak disebutkan. Namun, jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Cara Pengobatan dan Pencegahan Sepsis

Jika Anda mendeteksi sepsis pada tahap awal di mana organ vital belum terkena, maka Anda bisa menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi di rumah. Dalam situasi ini, Anda bsia berharap untuk pulih secepatnya. 

Namun, jika Anda tidak menjalani perawatan sepsis apapun, sepsis dapat berkembang menjadi septic shock dan bahkan pada akhirnya menyebabkan kematian. Dalam kasus ini, biasanya dokter menggunakan sejumlah obat-obatan untuk mengobati sepsis. Obat bisa berupa antibiotik lewat infus untuk melawan infeksi, obat vasoactive untuk meningkatkan tekanan darah, insulin untuk menstabilkan gula darah, corticosteroid untuk mengurangi radang, dan obat penghilang rasa sakit. 

Jika sepsis menjadi parah, cairan infus dalam jumlah besar dan respirator untuk bernapas penting bagi Anda. Dialisis juga mungkin perlu dilakukan jika ginjal terkena. Selama dialisis, mesin menggantikan fungsi ginjal seperti menyaring sampah yang berbahaya, garam, dan air berlebihan dari dalam darah. 

Dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi, termasuk penyerapan abses bernanah atau pengangkatan jaringan yang terinfeksi. 

Adapun sebagai langkah pencegahan, jika terluka, sebaiknya segera bersihkan luka sampai bersih untuk mencegah infeksi. Jika terjadi infeksi, waspadai gejala sepsis yang mungkin terjadi. Jika menemukan gejala, segera cari bantuan medis. 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenal Komplikasi Infeksi Sepsis yang Mengancam Nyawa"

Posting Komentar