Penyebab dan Gejala Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir


Penyebab dan Gejala Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir,- Bayi yang baru lahir memilki sisitem kekebalan tubuh yang masih lemak. Inilah alasannya mengapa bayi rentan terserang oleh infeksi. Diantara banyaknya jenis infeksi yang bisa menyerang, infeksi darah merupakan salah satu jenis infeksi yang bisa menyerang bayi baru lahir. 

Pada artikel sebelumnya kita telah mengetahui mengenai apa itu infeksi darah pada bayi baru lahir atau disebut juga Sepsis Neonatorum. Nah, pada artikel kali ini, kami akan memberikan informasi seputar penyebab dan gejala infeksi darah pada bayi baru lahir. Simak uraian lengkapnya disini !!

Mengetahui Penyebab dan Gejala Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir


Ada beragam jenis penyebab sepsis neunatorum, termasuk beberapa jenis bakteri dan virus. Selain itu, mskipun jarang terjadi, sepsis neunatorum juga bisa disebabkan oleh jamur.

Berdasarkan waktu terinfeksinya, sepsis neunatorum pada bayi terdiri dari 2 kelompok, yaitu :
  • Infeksi terjadi saat persalinan (early onset)
Kondisi ini terjadi dalam jangka waktu 24 hingga 72 jam pasca persalinan. Infeksi darah pada bayi baru lahir ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang berasal dari ibu, seperti Group B Streptococcus (GBS), E. coli, Staphylococcus, H. influenza, dan L. monocytogenes. Virus herpes simpleks (HSV) juag bisa menjadi salah satu penyebab infeksi darah pada bayi yang baru lahir. 

Risiko seperti neunatorum jenis ini lebih tinggi jika bayi lahir prematur, lahir dari ibu yang mengalami ketuban pecah dini lebih dari 18 jam sebelum persalinan, plasenta dan air ketuban terinfeksi, serta adanya bakteri GBS ketika bayi masih dalam kandungan. 
  • Infeksi terjadi setelah persalinan (late onset)
Infeksi ini terjadi dalam waktu 4-90 hari setelah bayi lahir. Kuman penyebab infeksi ini seringkali berasal dari lingkungan seperti abkteri Staphylococcus aureus, Klebsiella, Pseudomonas, Acinetobacter, Serratia, dan bakteri anaerob. Jamur Candida juga bisa menyebabkan sepsis pada bayi. 

Risiko infeksi darah jenis ini akan meningkat jika bayi menginap di rumah sakit dalam waktu yang lama, terlahir prematur, atau terlahir dengan berat badan rendah. 

Untuk gejala sepsis neunatorum ini sendiri cenderng tidak spesifik. Hal ini menyebabkan bayi yang terkena infeksi sering dikira mengalami gangguan lain, seperti sindrom distress pernapasan atau pendarahan otak. Namun, bayi yang terkena sepsis neunatorum dapat menunjukkan ciri-ciri seperti :
  • Diare
  • Sesak napas
  • Kejang-kejang
  • Perut bengkak
  • Muntah-muntah
  • Bayi tampak kuning
  • Gula darah rendah
  • Kurang mau menyusu
  • Penurunan kesadaran
  • Kulit pucat atau kebiruan
  • Detak jantung menjadi cepat atau lambat
  • Perubahan suhu tubuh, suhu tubuh bisa rendah atau tinggi (demam)
Jika bayi mengalami sepsis neunatorum, pengobatan harus dilakukan secepat mungkin, karena imunitas bayi belum sempurna. Sepsis neunatorum merupakan kondisi serius dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada bayi. Maka dari itu, ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter atau bidan, dan melahirkan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan yang profesional. Dengan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin, maka harapan sembuh akan semakin tinggi. 

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Penyebab dan Gejala Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir"

Posting Komentar