Mengenali dan Mewaspadai Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir

Mengenali dan Mewaspadai Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir,- Infeksi darah atau keracunan darah adalah suatu kondsii yang dapat memengaruhi seseorang dan tidak memandang usia. Namun, kondisi ini cenderung lebih rentan terhadap anak-anka dan bayi baru lahir. Alasannya sederhana, karena bayi belum memiliki tingkat imunitas yang sempurna. 

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) , infeksi darah pada bayi baru lahir atau disebut juga disebut juga Sepsis Neonatorum memperkirakan sekitar 1 juta bayi di seluruh dunia meninggal karena sepsis neonatorum. Infeksinya bisa menyerang seluruh tubuh si kecil atau terbatas pada satu organ saja. 



Sepsis neonatorum bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beberapa jenis bakteri dan virus. Selain itu, walaupun jarang terjadi, sepsis neonatorum juga bisa disebabkan oleh jamur. Infeksi ini bisa menyebabkan kecacatan hingga kematian pada bayi. 

Sepsis terjadi ketika bakteri yang menyebabkan infeksi di bagian tubuh tertentu berhasil masuk ke aliran darah bayi. Kehadiran bakteri dalam darah adalah suatu kondisi yang disebut septikemia. 

Jika septikemia tidak terdeteksi tepat waktu dan tidak segera diobati maka bisa menyebabkan sepsis. Karena keracunan darah terjadi saat bakteri masuk ke dalam darah bersamaan dengan infeksi lain, bayi akan mengalami infeksi sebelum mengembangkan sepsis.

Infeksi bisa terjadi di bagian manapun dari tubuh bayi, misalnya paru-paru, tulang, persendian. perut, saluran kemih, atau bahkan kulit. Jika kondisi ini tidak segera terdeteksi, maka infeksi darah pada anak bisa membahayakan organ tubuh, seperti ginjal, hati, tulang atau bahkan paru-paru. 

Walaupun bakteri merupakan penyebab utama dari infeksi darah pada bayi baru lahir, namun terdapat penyebab lain yang jarang terjadi seperti virus dan jamur yang juga bisa menyebabkan infeksi darah saat memasuki aliran darah. 

Terdapat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya infeksi darah pada bayi diantaranya adalah :
  • Anak dan bayi yang tidak divaksinasi lebih rentan terhadap infeksi daripada bayi yang divaksinasi.
  • Membuka luka atau luka yang tidak diobati dalam waktu yang lama dapat menyebabkan penyebaran bakteri staphylococcus dalam aliran darah bayi.
  • Bayi prematur di NICU mengandalkan kateter, tabung dan saluran infus lebih rentan terhadap infeksi darah karena sayatan yang dilakukan untuk mengelola peralatan ini dapat membuka jalan bagi bakteri untuk memasuki aliran darah bayi.
  • Komplikasi kehamilan juga bisa menyebabkan infeksi darah pada bayi baru lahir. 
Tidak hanya itu, bakteri dari tubuh ibu juga bisa masuk ke aliran darah bayi saat melahirkan, jika :
  • Ibu mengalami infeksi rahim atau plasenta
  • Kantung ketuban pecah terlali dini sebelum melahirkan
  • Ibu mengalami demam atau infeksi saat persalinan
  • Anak-anka yang lahir dan dibesarkan dalam suasana kebersihan yang buruk dengan gizi buruk dan sistem kekebalan tubuh lebih lemah akan rentan terhadap infeksi darah
  • Infeksi saluran kemih dan tidak diobati dengan benar, pneumonia, infeksi telinga dan kadang-kadang meningitis juga dapat menyebabkan infeksi darah pada bayi.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengenali dan Mewaspadai Infeksi Darah pada Bayi Baru Lahir"

Posting Komentar