Memilih Antibiotik yang Tepat untuk Infeksi Usus

Infeksi usus merupakan suatu kondisi yang menyebabkan usus mengalami peradangan atau inflamasi. infeksi usus dapat berbahaya, tergantung dari mikroorganisme yang ada didalamnya. Terdapat beragam jenis infeksi usus yang dapat menimbulkan penyakit. Infeksi usus meliputi disentri, demam typoid, apendisitis, dan hemorrhoid.

Memilih Antibiotik yang Tepat untuk Infeksi Usus


Berikut ini penjelasan mengenai beragam jenis dan antibiotik yang tepat untuk infeksi usus :
  • Disentri
Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (gangguan) dan enteron (usus), yang berati peradangan pada usus sehingga menimbulkan gejala meluas seperti buang air besar dengan tinja yang bercampur darah, diare yang encer dengan volume sedikit, buang air besar dengan tinja bercampur lendir (mucus) dan nyeri pada saat buang air besar (tenesmus).

Disentri dapat disebabkan oleh bakteri salmonella dan campylobacter, bakteri shigella, dan beberapa jenis Escherichia coli (E. coli) dan oleh parasite Entamoeba histolytica.

Obat antibiotik yang digunakan dalam penyakit ini ditujukan untuk membunuh penyebab dari jenis penyakit ini dengan dosis yang tergantung dari gejala yang timbul dan tingkat keparahannya. Dengan istilah lain dapat diberikan dengan menggunakan resep dokter.

Disentri basiler prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah dengan istrirahat, mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada kasus yang berat diberikan antibiotik disentri amoeba Asimtimatik atau carrier : Iodoquinol (diidohydroxiquin) 650 mg 3 kali sehari selama 20 hari, amebiasis intestinal ringan atau sedang : tetrasiklin 500 mg 4 kali sehari selama 5 hari. Amebiasis intestinal berat menggunakan : Metronidazol 750 mg 3x sehari selama 5-10 hari, tetrasiklin 500 mg 4x sehari selama 5 hari dan emetin 1 m/kgBB/IM selama 5-10 hari, Klorokuin fosfat 1 gr sehari selama 2 hari dilanjutkan 500 mg/hari selama 4 minggu dan emetin 1mg/kgBB/IM selama 10 hari.
  • Demam Thypoid
Deman typoid merupakan suatu infeksi usus halus yang disebabkan oleh Salmonella typi atau Salmonella paratypi A, B, dan C yang dapat menular melalui oral, fekal, makanan dan minuman yang terkontaminasi dan disertai dengan gangguan sistem pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

Gejala dari demam typoid berupa demam pada sore dan malam hari, gangguan pada saluran pernapasan bagian atas, gangguan kesadaran, gangguan pada saluran pencernaan, nyeri perut, pusing, nafsu makan berkurang, mual, muntah, diare, perdarahan dan perforasi.

Obat antibiotik yang tepat untuk infeksi usus ini yaitu Klorampenikol, Amoxsilin, Siprofloksasin, dan Kotromoksasol.
  • Apendisitis
Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis. Apendisitis merupakan kondisi dimana infeksi terjadi di umbai cacing. Apendisitis terbagi menajdi 2, yaitu apendisitis akut dan apendisitis kronis.

Penyebab lain yang diduga dapat menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E. histolytica. gejala klasik apendisitis adalah nyeri samar-samar dan tmpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium sekitar umbikulus. Nyeri perut ini sering disertai dengan mual dan satu atau lebih episode muntah dengan rasa sakit, dan setelah beberapa jam, nyeri akan beralih ke perut kanan bawah pada titik McBurney.

Obat Antibiotik harus mencakup organisme yang sering ditemukan (Bacteroides, Escherichia coli, Klebsiella, dan pseudomonas spesies). Regimen yang sering digunakan secara intravena adalah ampisilin (100 mg/kg/24 jam), gentamisin (5 mg/kg/24 jam), dan klindamisin (40 mg/kg/24 jam), atau metrobnidazole (Flagyl) (30 mg/kg/24 jam). Apendiktomi dilakukan dengan atau tanpa drainase cairan peritoneum, dan antibiotik diteruskan sampai 7-10 hari.
  • Hemorrhoid
Dalam medis, hemorrhoid berarti pelebaran pembuluh darah vena atau pembuluh darah balik di dalam pleksus hemorrhoidalis yang ada didaerah anus. Sebagian besar pasien tidak merasakan adanya gejala. Penyakit ini diketahui secara kebetulan pada pemeriksaan untuk gangguans aluran cerna bagian bawah yang lain ketika endoskopi/kolonoskopi (teropong usus besar).

Gejala yang paling sering ditemukan adalah perdarahan lewat dubur bersamaan dengan kotoran, nyeri, pembengkakan atau penonjolan di daerah dubur, sekret atau keluar cairan melalui dubur, rasa tidak puas ketika buang air besar, dan rasa tidak nyaman di daerah pantat dan sulit untuk duduk.

Obat antibiotik yang tepat untuk infeksi usus ini berupa Anusol, Boraginol, Ultraproct, Anusol HC, Scheriproct, Ardium 500 mg dan placebo 3x2 tablet selama 4 hari, lalu 2x2 selama 3 hari.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Memilih Antibiotik yang Tepat untuk Infeksi Usus"

Poskan Komentar