Waspadai Gejala dan Penyebab Infeksi pada Bayi Baru Lahir

Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Inilah alasannya mengapa bayi sangat rentan terserang infeksi. Salah satu hal yang bisa bunda lakukan untuk menjaga si kecil dari infeksi yaitu dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). 


Mengapa hal tersebut penting untuk dilakukan ? Pasalnya, didalam air susu ibu terkandung antibodi yang mampu menjadi pelindung ketika infeksi menyerang. Bisa dipastikan setiap bayi yang baru lahir kemudian mendapatkan ASI secara eksklusif memiliki peluang yang lebih kecil untuk terserang infeksi. 

Di sisi lain, ketika bayi yang baru lahir tidak mengembangkan infeksi, maka itu bisa menjdi perhatian. Hal ini disebabkan karena bayi yang baru lahir bisa mendapatkan infeksi yang sangat cepat. Untungnya, bayi juga dapat merespon pengobatan dengan sangat cepat. Jika dokter mencurigai adanya infeksi pada bayi, maka ia akan mulai melakukan pengobatan antibiotik sesegera mungkin.

Penyebab Infeksi Pada Bayi Baru Lahir

Sebagian besar infeksi pada bayi baru lahir disebabkan oleh oleh bakteri dan virus. Jalan lahir seorang ibu mengandung bakteri, terutama jika memiliki infeksi aktif. Ketika melahirkan, bayi bisa menelan atau bernapas dalam cairan di jalan lahir, dan bakteri atau virus bisa masuk ke paru-paru serta darah bayi. 

Bakter dan virus yang berkembang biak bisa menyebabkan bayi yang baru lahir menjadi sakit begitu cepat. Semakin cepat infeksi ditemukan dan diobati, maka akan semakin baik bagi bayi yang baru lahir. 

Terdapat sejumlah bakteri dan virus yang dapat ibu tularkan kepada b ayi selama kehamilan atau kelahiran. Terkadang bayi yang baru lahir terkena infeksi jika orang di sekitarnya sedang mengalami pilek atau flu.

Artikel Terkait :


Mengenali Gejala Infeksi pada Bayi Baru Lahir

Mungkin awalnya akan sulit untuk mengetahui apakah bayi mengalami infeksi atau tidak. Pasalnya, bayi baru lahir yang sehat juga bisa memiliki beberapa gejala meskipun tidak terserang infeksi. Pada bayi yang terserang infeksi, gejala-gejala berikut ini akan berlanjut dan perlu pemeriksaan dokter, diantaranya : 
  • Perubahan perilaku
  • Mengantuk yangberlebihan
  • Suhu tidak teratur, di bawah 36.6 derajat celcius atau diatas 38 derajat celcius, di ukur pada tubuh
  • Napas cepat pada tingkat lebih dari 60 napas per menit

Jika infeksi semakin memburuk, maka bayi dapat mengembangkan gejala-gejala tambahan berikut :
  • Sulit bernapas
  • Kulit pucat atau keabu-abuan
  • Kebiruan di sekitar mulut
  • Suhu tubuh rendah di bawah 36.6 derajat celcius, meskipun diselimuti atau dikenakan pakaian
  • Suhu tubuh tinggi diatas 38 derajat celcius

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Waspadai Gejala dan Penyebab Infeksi pada Bayi Baru Lahir"

Posting Komentar