Infeksi Jamur Penyebab Payudara Gatal Saat Menyusui

Menyusui merupakan proses pemberian susu kepada bayi atau anak dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. ASI merupakan gizi terbaik untuk bayi, maka tak heran jika banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan ASI secara eksklusif untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Namun, pada sebagian ibu menyusui terkadang sering mengalami berbagai hal yang sering mengganggu pemberian ASI pada bayi. Ada banyak gangguan yang sering terjadi pada ibu menyusui, salah satunya adalah payudara gatal saat menyusui.

Infeksi Jamur Penyebab Payudara Gatal Saat Menyusui

 

Payudara gatal saat menyusui bisa disebabkan oleh infeksi jamur. Infeksi jamur yang tidak berbahaya ini bisa terjadi atau berkembang di payudara ibu dan mulut bayi. Penyebab utamanya yaitu jamur candida albicans. Jamur ini sebenarnya normal berada di sistem pencernaan manusia, namun jika pertumbuhan dan penyebarannya berlebihan, maka bisa mengakibatkan infeksi.

Payudara gatal karena infeksi jamur bisa terjadi karena periode menyusui menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk berkembang di payudara. Ketika menyusui, payudara ibu dan mulut anak menjadi tempat yang hangat, lembap, dan manis. Inilah yang menjadi lokasi yang sangat disukai oleh jamur untuk tumbuh dengan subur.

Infeksi jamur juga bisa terjadi ketika ibu sedang atau baru selesai mengonsumsi antibiotik. Antibiotik yang masuk ke ASI dan diisap oleh bayi bisa membunuh bakteri baik pengendali jamur di rongga mulut. Bayi pun bisa terkena infeksi jamur di rongga mulutnya dan bisa menularkan infeksi pada ibu. Selain itu, bayi juga bisa terinfeksi jamur ketika persalinan jika ibu memiliki infeksi jamur di vagina. Kemudian bayi bisa menularkan infeksi kepada ibu selama menyusui.

Cara Mengatasi Infeksi Jamur Penyebab Payudara Gatal Saat Menyusui

Agar ibu bisa menyusui dengan nyaman, maka hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengatasi infeksi jamur penyebab payudara gatal saat menyusui yaitu dengan memeriksakan diri ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat infeksi atau krim, seperti :
  • Krim antijamur Nystatin untuk dioleskan ke area bercak putih di dalam mulut bayi setelah menyusui.
  • Krim antijamur Clotrimazole atau tionazole untuk dioleskan pada area payudara yang gatal selama seminggu sampai 10 hari.
  • Jika infeksi jamur tidak hilang, maka dokter kemungkinan akan meresepkan obat antijamur yang lebih kuat, seperti fluconazole untuk dikonsumsi.

Sedangkan untuk bayi, dokter kemungkinan akan meresepkan obat antijamur yang mengandung miconazole atua nystatin. Obat-obatan tersebut biasanya hrus digunakan setelah anak menyusui dengan dosis hingga 4 kali sehari, atau sesuai ketentuan dokter.

Baca Juga : Obat Infeksi Virus Herpes Simpleks pada Mulut

Dianjurkan untuk tetap menggunakan obat selama 2 hari setelah infeksi bersih guna membantu mencegah infeksi datang kembali. Jika setelah menjalani pengobatan selama seminggu namun infeksi tidak hilang juga, maka segera hubungi dokter kembali untuk pengobatan atau saran lebih lanjut.

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu hingga bersih sebelum mengoleskan krim ke payudara. Bersihakn payudara dari sisa krim setiap kali akan menyusui dan oleskan kembali krim setelah selesai menyusui. Cuci dan sterilkan mainan, dot, dan pompa ASI dalam air mendidih selama 20 menit setiap kali setelah digunakan agar ibu dan bayi tidak kembali terinfeksi.

Semoga informasi infeksi jamur penyebab payudara gatal saat menyusui diatas bermanfaat dan bisa membantu melancarkan program pemberian ASI secara eksklusif.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Infeksi Jamur Penyebab Payudara Gatal Saat Menyusui"

Poskan Komentar