Waspadai Infeksi Tali Pusat Pada Bayi, Berikut Gejalanya

Sisa tali pusat yang masih menempel di perut bayi normalnya akan mengering dan terlepas sendiri. Namun, tidak sedikit kasus di mana talipusat di tutup rapat dengankain atau kasa dengan alasan untuk menghindari paparan debut. Atau ibu mungkin takut untuk menyentuh dan merawat sisa tali pusat karena khawatir akan menyakiti bayi.

Padahal bunda, sisa tali pusat yang kurang terjaga kebersihannya dapat menimbulkan risiko infeksi. Terlebih lagi dengan kondisi lingkungan sekitar yang lembab, sehingga dapat memudahkan bakteri dan kuman berkembang biak. Maka dari itu, pnedengahan infeksi bakteri merupakan tindakan utama yang harus dilaksanakan dalam perawatan tali pusat bayi baru lahir. 




Dalam istilah kedokteran, infeksi pada tali pusat ini disebut dengan omphalitis. Omphalitis ini biasanya menyerang pada hari dan minggu awal setelah persalinan. Biasanya infeksi ini tidak muncul setelah sebulan bayi lahir. Infeksi biasanya diawali dengan ciri-ciri kemerahan dan keluar nanah setelah 3 hingga 9 hari bayi lahir. Maka dari itu, ibu harus mengetahui terhadap gejala yang timbul pada bayi.

Orangtua juga bisa mendapati gejala infeksi pada tali pusat ini dengan melihat kondisi pusar anak. Peradangandan perubahan warna menjadi gejala yang umum terjadi. tidak hanya itu, terdapat pula benjolan yang brisi cairan dan berwarna kemerahan. Gejala yang agak parah bisa menimbulkan pembengkakan pada perut dan timbul bau pada daerah yang terinfeksi. Bayi kemungkinan bisa mengalami demam dan mengalami penurunan gerakan serta aktivitas sehari-hari. Sangat penting untuk menyadari gejala infeksi tali pusat pada bayi sedini mungkin, sehingga dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab utama dari infeksi ini sebenarnya adalah bakteri. Begitu lahir dan tali pusat di potong, ada kemungkinan ia terpapar oleh bakteri, sehingga timbul ketika beberapa hari kemudian. Rumah sakit yang tidak steril dapat menyebabakn terjadinya infeksi tersebut. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang prematur dan berat badan menjadi rendah memainkan peran penting dalam infeksi tali pusat. Selain itu, ada pula ancaman sistem kekebalan tubuh yang lemah sampai kecacatan genetik.

Jika ibu menemukan bberapa gejala infeksi tali pusat pada bayi tersebut, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat infeksi antibiotik suntik dan terapi lokal untuk mengurangi jumlah bakteri di sekitar talipusat.

Jika tidak segera diobati, maka infeksi tali pusat dapat berdampak sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan infeksi sistemik (bersidat menyeluruh). Bayi bisa menderita demam, lemas, tidak mau menyusu dan kuning yang berlebihan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Waspadai Infeksi Tali Pusat Pada Bayi, Berikut Gejalanya"

Posting Komentar