Waspadai Infeksi Rotavirus Penyebab Diare pada Anak

Bunda, apakah si kecil sering mengalami diare ? Mungkin salah satu penyebabnya adalah infeksi rotavirus yang merupakan penyebab paling umum diare parah pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia.

Rotavirus merupakan virus yang menginfeksi salura pencernaan balita. Anak-anak bisa terkena rotavirus lebih dari 1 kali, namun infeksi yang terjadi pertama kali merupakan infeksi yang paling buruk. Hampir sebagian besar anak yang berusia hingga 5 tahun sudah pernah terinfeksi rotavirus. Kondisi ini khususnya terjadi di negara-negara berkembang dengan tingkat nutrisi dan jumlah perawatan kesehatan yang kurang optimal.




Infeksi ini seringkali tidak berhubungan dengan makanan kotor atau makanan basi atau air kotor. Namun, penularannya lebih sering melalui fecal oral atua kotoran yang masuk melalui mulut. Virus yang tersebar melalui muntahan tersebut biasanya tersebar di sekitar mainan, pintu, lantai atau di sekitar anak-anak.

Sebelum vaksin di temukan pada tahun 2006, rotavirus ini telah menyebabkans etengah juta angka kematian anak pada setiap tahunnya. Waspadai penjangkita rotavirus pada bayi dan anak-anak yang berusia 4-24 bulan dengan memberikan vaksin sebagai upaya pencegahan.

Gejala Infeksi Rotavirus

Setelah terinfeksi virus, dibutuhkan waktu 1 hingga 3 hari sebelum gejala muncul. Muntah merupakan gejala awal yang kemudian akan diikuti dengan demam dan diare.

Salah satu cara untuk membedakan diare karena bakteri dan rotavirus adalah dengan memperhatikan bokong anak yang menjadi kemerahan dan juga tinjanya berbau asam. Pemeriksaan tinja dibutuhkan untuk memastikan diagnosisnya.


Anak yang terinfeksi oleh rotavirus akan mengalami diare yang berat, sehingga cairan yang keluar sangat banyak. Diare yang diikuti dengan muntah akan mengakibatkan anak dehidrasi dengan cepat. Selain iu, dehidrasi juga rentan menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Dan di Indonesia, sekitar 17% kematian bayi yang diare adalah disebabkan karena dehidrasi.

Infeksi rotavirussebenarnya bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi. Vaksin ini bisa mulai di berikan sejak  bayi berusia 2 bulan. Selain itu, untuk  mencegah infeksi, selalu biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Infeksi rotavirus dapat sembuh dengan sedirinya tanpa membutuhkan antibiotik dan umumnya membaik dalam periode 7 hari.

Yang penting cukupi asupan cairan. Jika bayi muntah, gantilah cairan yang hilang, namun berkan sedikit sedikit. Tetap berukan bayi ASI dan makanan karena nutrisi diperlukan untuk memperbaiki epitel usus yang rusak oleh virus.

Selain mencukupi asupan cairan, pemberian zinc juga dibutuhkan untuk kasus diare akut dan cair. Berikan suplementasi zic selama 10 haris ecara terus menerus. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat mencegah diare berulang dalam 3 bulan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Waspadai Infeksi Rotavirus Penyebab Diare pada Anak"

Poskan Komentar